Zandecalla’s Weblog

OnLy U ThaT KnEw …

PerbandingaN SkuTer MatiC

Gw pengan banget beli motor, bukan buat gaya tp emang kebutuhan buat kerja. Dulu waktu kuliah pake motor bebek, sekarang pengen banget pake skuter matic alias motor matic. Nah sekarang gw butuh banget motor buat kerja gw di Jakarta, sebel banget gw hadapin kemacetan Jakarta. Berangkat mesti pagi, pulang malam mulu. Sesekali ada yang jemput, tapi itupun gak pasti. Klo misalnya ada motor pasti kan enak dan tidak terlalu capek.

Motor Matic menjadi sangat Trend beberapa tahun belakangan ini. Tidak hanya cewek, cowok juga menyukai motor matic. Ada beberapa pilihan motor matic yang ada di pasaran, hampir tiap merk berusaha meluncurkan beberapa jenis motor matic, seperti Yamaha Mio, Suzuki Spin, dan Honda Vario atau BeAT. Masing-masing jenis mempunyai keunggulan dan kekurangan, karena bagaimana pun juga mereka menggunakan mesin otomatis. Sekilas memang memiliki teknologi yang sama. Tapi, apakah kita akan mengambil salah satunya tanpa pertimbangan. Ada baiknya kita cermati ulasan perbandingan nya berikut ini :

Yamaha Mio Bisa dibilang Mio merupakan bintangnya motor matik di Indonesia. Bagaimana tidak sejak peluncurannya hingga saat ini, penjualan Mio mampu mendongkrak share penjualan Yamaha. Kehadirannya bahkan membuat sang kakak alias Nouvo menjadi kalah populer. Lucunya, meski diperuntukkan untuk kaum hawa, Mio terbukti laris manis dibeli para pejantan tangguh. Kalau mau jujur, Mio berhasil mengedukasi pasar dan membenamkan image bahwa motor matik oke-oke saja digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Kalaupun ada yang kurang dari sosok Mio adalah faktor tangki bahan bakar yang imut, sehingga membuatnya harus sering mampir ke pompa bensin. Kapasitas tangki Mio menurut buku manual ”cuma” 3,7 liter — sama dengan bebek Honda. Masalahnya, motor matik cenderung boros karena membutuhkan putaran mesin yang cukup tinggi agar motor bisa bergerak — lebih tinggi dari motor bebek dan motor sport. Selain itu, penyakit bawaan Mio adalah bunyi tikus di sektor roda belakang.

Dari sisi mesin, Mio tidak menyodorkan sesuatu yang baru. Mio dikemas Yamaha dengan harga yang relatif terjangkau — masih di bawah bebek. Dilempar dengan dua varian pada umumnya: spoke wheel dan CW. Berhubung Mio memang si pelopor, wajar bila aksesori dan spare parts-nya bejibun di pasaran. Termasuk racing parts dan pola modifikasi yang bisa diterapkan konsumen pada Mio kesayangannya. Apalagi Yamaha pun membuka kontes modifikasi yang bikin Mio tambah banyak variasi modifikasinya. Dari sisi bengkel, mekanik Yamaha sudah duluan mengenal teknologi CVT sehingga tak perlu khawatir motor ini tidak bisa ”diurus” oleh bengkel.

Honda Vario2. Honda Vario

Yang satu ini sangat-sangat diwaspadai oleh Yamaha. Maklum, Vario memiliki segalanya untuk meluluhlantakkan dominasi Mio di pasar. Mengusung mesin tipe baru dengan radiator, namun memiliki cc yang lebih kecil di bawah Mio (108 cc). Dengan segala fitur baru yang ditawarkan plus nama besar Honda, pesona produk matik keluaran Honda ini membuatnya ngetop bahkan sebelum motor ini nampak wujudnya di Tanah Air. “Rasa Mio” sangat kental di Honda Vario ini, tetapi ada beberapa tambahan yang merupakan ciri khas Honda disertakan dalam produk matiknya yang pertama di Indonesia ini.

Dari sisi mesin, calon pembeli mesti waspada. Kendati nama besar, jaringan servis Honda tidak perlu diragukan, banyak pengalaman yang tidak mengenakkan setiap kali pabrikan me-launching motor dengan teknologi mesin baru. Ingat kasus MX? Ingat kasus Karisma? Di mana Honda merombak teknologinya dengan meluncurkan Karisma, seketika itu juga komplain bermunculan. Plus satu lagi, teknologi pendingin menggunakan radiator. Terima kasih kepada Yamaha yang sudah membuat konsumen panas-dingin dengan kasus tercampurnya oli dengan air radiator di MX. Waspada.

Diprediksikan nama besar Honda mampu melenyapkan image bahwa motor matik boros bahan bakar. Apalagi dengan cc mesin yang lebih kecil dari Mio, tampaknya Honda memang mengejar irit. Sayangnya, irit tidak lagi irit bila mengingat Honda Vario mengusung mesin baru dengan radiator. Penambahan fitur radiator memang hi-tech, tetapi sekaligus membuat ongkos perawatannya pun bertambah. Belum lagi, Honda terkenal dengan banyak kasus kelangkaan spareparts di pasar (NSR, Tiger, Karisma, Sonic). Hal yang kerap membuat konsumen frustrasi.

Dari sisi kesiapan mekanik, memang tidak perlu ragu. Dengan segala sumber daya yang dimiliki Honda, sanggup membuat mekanik di seluruh jaringan servisnya bisa menangani motor matik. Harga jual Honda memang tidak murah dan paling tinggi di antara pabrikan Jepang lainnya. Vario harganya hampir setara dengan motor bebek. Hal ini tentu bisa menjadi faktor penghambat penjualan Vario nantinya karena dianggap terlalu mahal. Pun begitu, nama besar Honda lagi-lagi sanggup menghipnotis konsumen sehingga label harga berapa pun asal ada logo sayap kepak, tentu bukan masalah.

Suzuki Spin, standar, belum modifikasi3. Suzuki Spin

Dibanding kedua kompetitornya, keunggulan Spin cuma satu, kapasitas paling besar 125 cc. Lainnya tergolong biasa saja. Bentuknya juga lebih condong ke Mio. Dengan kapasitas 110 cc saja matik sudah terasa boros bila dibanding bebek, bagaimana bila 125 cc? Ini bisa jadi kelemahan sekaligus keuntungan Spin. Penggila kecepatan, tentu akan memilih Spin yang memiliki kapasitas terbesar.

Poin plus ada di masa servis yang ditawarkan Suzuki, tiga tahun free service dan ganti oli. Ini sangat menguntungkan di masa sulit seperti ini. Belum lagi soal servis dan garansi, Suzuki yang paling andal dari dulu. Berani sekali dan jadi pelopor di antara kompetitor lainnya. Jadi jika konsumen membeli Spin, tidak usah pusing memikirkan servisnya. Apalagi teknologi mesin Step masih sebelas dua belas dengan Shogun 125 series/Arashi seperti layaknya Mio dengan Vega series/Jupiter series. Tidak menggunakan radiator. Simpel.

4. Honda BeAT

Sukses dengan generasi pendahulunya skuter matic (skutik) Honda Vario, yang diluncurkan beberapa waktu lalu, kembali PT Astra Honda Motor (AHM) merilis skutik BeAT ke pasar. Skutik BeAT yang dilengkapi dengan mesin CVT 4 tak 100 cc dan telah memenuhi standar Euro II menurut Marketing Director PT AHM, Johanes Loman, saat peluncuran, kemarin skutik ini, dirancang dengan konsep baru yang lebih stylish, fun dan kompak.

Kompak disini, dimensi skutik yang dibandrol dengan harga Rp 12 juta On The Road (OTR) untuk wilayah Jabodetabek memiliki dimensi bodi yang pas dan ringan bagi remaja. Sedang stylish, karena tampilannya yang keren dan cool disertai warna yang trendy.

Selain itu, beberapa fitur juga melengkapi skutik yang satu ini, antara lain autochok by starter pada saat udara dingin, parking brake lock, sistem pengunci rem belakang, side stand switch, sistem pengaman yang menonaktifkan mesin apabila standar samping terbuka. Ada enam pilihan warna Hip-Hop Orange, Pop Pink, Fusion Blue, Elektro Red, Techno White dan Hard Rock Black.

Semoga Bermanfaat

June 11, 2008 - Posted by CayLLa | Cuap-cuap, Tips | | 9 Comments

9 Comments »

  1. nah sekarang mbak pilih yang mana?..saran saya pilih Yamaha Mio aja.

    Comment by Forum Club Motor Bandung | June 13, 2008

  2. hola como estas espero que puedas visitar mi pagina web que es danyes300.worpress.com ok

    Comment by dany | June 13, 2008

  3. perdon por no escribir correctamente mi pagina es danyes300.wordpress.com

    Comment by dany | June 13, 2008

  4. kerennnn tulisannya, ada bakat jd seorang prof…otomotif kayanya>

    Comment by ginan88 | June 14, 2008

  5. tulisannya keren,,,belajar otomotif dari mana?

    Comment by ginan88 | June 14, 2008

  6. Suzuki Skywave kok nggak disebut ya …?
    Padahal itu motor impianku. Tapi yang versi NR-nya :)

    “Chrome will get you home … black will get you back” :D

    Comment by maudrey | June 14, 2008

  7. hi…I have visited your page. So, you should visit my blog if you want. This is my blog.. http://techis.wordpress.com..

    bye2… :)

    Comment by techis | June 14, 2008

  8. @forum club motor bandung
    pengen nya emang Mio :D tp sejak muncul BeaT jd rada mikir neh, mo ambil yg mana hehehhhehehe

    @ Dany
    Haduh gak ngerti ngomong apaan :-s

    @Ginan99
    Gw emang suka nulis2 dr kecil, nulis cerpen, puisi. tp untuk tulisan2 ilmiah gw cari bahan dr browsing juga kok.

    @Maudrey
    :D sorry … habis gw gak kepikiran ke suzuki skywave

    @Techis
    Thanks for ur coming, I will visite ur blog too. As soon as possible ;)

    Comment by CayLLa | June 17, 2008

  9. kalo lo sendiri pilih yg mana ?
    keunggulan beat apa lagi ?

    Comment by Raven | July 4, 2008

Leave a comment