Dia Hanya Perlu Tahu dirinya ada

Posted: September 11, 2007 in CeRpeN, Renungan

Waktu terlalu baik pada kita kemarin. Itu yang terlintas dalam benakku saat ini hingga kita berpikir, segalanya adalah rencana terbaik dari alam karena alam lebih tahu dan waktupun begitu memanjakan kita dengan kasih sayang yang sama sekali tak pernah kita rencanakan.

Kamu jadi begitu berharga buatku seperti kamu mengaku membutuhkanku. Kita menitipkan rasa pada alam dan tak berani berharap dia mau membacanya. Mimpi-mimpi ajaib kerap melintas dalam percakapan. Yang selalu kita abaikan kemudian. “Biar saja alam mengaturnya,” begitu kita selalu berharap.

Dan tampaknya, kini kita harus kembali lagi ke titik awal perjumpaan yang memang selalu akan mengantar kita pada suatu akhir yang juga tak pernah kita rencanakan. Kalau boleh memilih, mungkin aku tak akan beranjak ke mana-mana. Karena sebenarnya aku ingin membenamkan kepalaku lebih dalam di dekapmu. “Aku masih ingin di sini,” kataku suatu kali. Dan kamu bilang “aku juga berharap begitu”. Tapi apa yang bisa kita lakukan ketika waktu memutuskan lain. Meninggalkan kita yang tak lagi bisa ke mana-mana. Waktu mempermainkanku seperti gasing, membuatku pening. Dan ketika putarannya terhenti, kulihat duniaku limbung dan aku harus bertahan untuk tidak jatuh. Tak ada yang menyanggaku karena aku mengambil langkah sendiri. Tak ada yang membelaku, membelamu, membela kita.

Rasa memang memaksaku menjadi anak-anak lagi. Yang selalu senang bermain lari dan sembunyi. Yang selalu bahagia saat menemukanmu. Mmmmmm….menemukanmu… Untuk kemudian membiarkanmu kembali sembunyi. Dan aku mencarimu lagi. Tapi tak apa, aku hanya ingin memelukmu sekejap saja. Bukan keinginanku, karena aku selalu bisa menahan rasaku ……. tapi karena darah yang mengalir di jiwaku menginginkanmu untuk selalu dekat dan memeluk mu sesaat lalu melepasmu pergi bersama awan. Setelah itu hatiku tenang ……

Jangan bertanya apa-apa, jalani saja semua tanpa tanya, simpan saja tanyamu. Karena tak semua tanya punya jawab. Jangan lontarkan tanya, apalagi memberi nama.

Dia hanya perlu tahu bahwa dirinya ada, nyata. Nama akan membuat rasa tiada
Biar saja tanpa nama. Jangan tanya apa atau siapa karena aku hanya ingin memelukmu sekejap saja …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s