SURAT DARI SEBERANG

Posted: May 26, 2008 in CeRpeN, Renungan

Jalan hidupkku begitu terjal, ujian dan cobaan datang silih berganti seakan tak memberiku sedikitpun celah dan ruang untuk mendapatkan dan merasakannya. Ku ratapi nasibku, kutangisi kegagalanku, aku seakan telah hancur bagaikan serpihan kaca. Tapi kusadari, semua itu salah ku …. Ya allah, semua memang salah ku. salahku tidak bisa membahagiakan dia bahkan terus dan terus menyakiti nya. Seperti hal nya aku, dia juga bukan malaikat yang bisa terus bertahan dengan sikap arogan ku, kasalahanku dan kebiasaan sifat buruk ku lainnya.

Dia sangat baik, selalu dan selalu memaafkan ku tapi terus saja aku mengulanginya. Kini aku sadari, mempertahankan lebih sulit daripada meraihnya. Bukan salahnya kalau dia kini pergi, bukan salah nya kalau dia kini tak lagi bisa memaafkan ku lagi.

Harapan tinggal harapan, kenangan hanyalah tinggal kenangan. kini ku tak tau lagi kemana harus melangkah, ku tak bisa lagi mencium hangat tubuhnya, ku tak bisa lagi merasakan kecupannya. Luka getir yang kurasakan dan kupendam seolah telah memupus segala harapan tuK bersama.

Kini hanya kepasrahan dan do’a yang dapat kupanjatkan, bila masih bisa dipertahankan ku akan berusaha untuk menjaga janji. Namun bila sebaliknya, aku akan berusaha tuk tegar menghadapinya. Karena ku tak yakin kedua do’aku akan bisa kupenuhi, karena aku tetap hanya manusia yang bisa tergoda lagi, khilaf lagi dan memang tidak ada yang bisa menjamin segala janji yang telah ku ucap untuknya.

Sayang, kini ku hanya bisa berikan do’a untukmu, semoga apa yang menjadi cita2mu, harapanmu dan angan2mu akan menjadi kenyataan. Dan mungkin terwujud jika aku tidak bersamamu.

Kamu telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku dalam mengaruhi kehidupan ini, tak semudah itu aku dapat melupakan mu dan aku harap kau pun begitu. Meski yang ku berikan bukan lah kenangan yang pantas tuk di kenang, tapi setidaknya itu harapan ku. Sayang, hati-hati bawa diri. Jaga kehormatan mu dan keluargamu. Kini aku merasa telah kehilanganmu, bila memang masih ada salah dan khilaf yang terlupa, aku mohon dengan sangat ” tolong maafkan aku “. Meski ku tahu sangat sulit bagi mu tuk maafin aku, semua kesalahan ku.

KU SEMATKAN KAU DI UJUNG DO’A

KU SUNTING BAYANG MU DI DALAM TAHAJUD

KU ALIRKAN DZIKIR KEMANA SUJUD

KU TASBIHKAN KERINDUAN DALAM PANJAT DO’A BERIBU MALAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s