MenGenal LebiH Dekat Dgn KistA

Posted: June 11, 2008 in Kesehatan

Kista menjadi penyakit yang ingin aku ketahui belakangan ini. Hal ini di sebabkan karena ada salah seorang kenalan dekatku yang bercerita kalau istri temannya mengidap penyakit Kista dan harus melakukan operasi. Dalam waktu senggang aku berhasil browsing dan mendapatkan beberapa informasi tentang penyakit ini dari berbagai sumber. Dan ini adalah hasil dari info yang telah aku dapatkan.

Kista adalah tumor Jinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.Penyakit ini sering menjadi momok mengerikan bagi kaum wanita. Sebagian besar wanita, mengsakralkan kista, dapat mengganggu kesuburan dan kehamilan. Kista merupakan pertumbuhan sel baru yang liar. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab penyakit yang menyerang organ kewanitaan. umumnya dokter berkesimpulan sementara, kista berhubungan erat dengan genetik. Wanita yang menderita kista bukan berarti tidak bisa hamil. Penderita kista bisa hamil, karena setiap wanita memiliki sepasang ovariun. Bila salah satunya disfungi, maka yang satunya lagi masih berpeluang untuk hamil.

Kista terjadi pada wanita, sebenarnya penyakit ini tidak berbahaya namun jika sudah parah dapat juga membahayakan dan mengganggu si penderita. Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang. Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Jikalau ada gangguan proses siklus ini maka akan terjadi apa yang disebut kista. selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.

Ada beberapa gejala Kista

Seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Jika menekan saluran kemih, usus, saraf atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, tumor akan menimbulkan keluhan susah kencing, gangguan pencernaan, seperti tidak bisa buang air besar, kesemutan, atau kaki sering bengkak.”

Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu yang lama. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal dapat berupa gangguan haid. Jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama.

Pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut), penyebaran ke omentum (lemak perut), dan organ-organ di dalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan hati. Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak napas.

Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.

Karena sebagian besar dari kasus kanker ovarium bermula dari suatu kista, maka apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Kewaspadaan terhadap kista yang bersifat ganas dilakukan bila:

1. Kista cepat membesar.
2. Kista pada usia remaja atau pascamenopause.
3. Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan.
4. Kista dengan bagian padat.
5. Tumor pada ovarium.

Sebagian besar kista tanpa gejala dan diketahui secara kebetulan pada waktu periksa dokter. Menurut pengalaman, diketahuinya menderita kista indung telur biasanya sewaktu periksa check up atau sewaktu periksa karena sebab lain. Selain itu juga dapat timbul gejala yang khas untuk kista indung telur dan sangat terkait dengan jenis kista indung telur.

Faktor yang dapat menyebabkan kista

Cukup banyak! Makanan tinggi lemak dan kurang serat, zat-zat tambahan sintetik pada makanan, kurang olahraga, merokok, polusi, virus, sering stres, dan masih banyak lagi yang lain. Pokoknya gaya hidup yang tidak sehat berpotensi memicu dan memacu pertumbuhan kanker.

Faktor genetik juga berpengaruh. Ada sebagian orang yang secara genetik lebih besar kecenderungannya untuk menderita kanker, ada pula orang yang secara genetik lebih kecil kemungkinannya. Sebab itu, jika dalam riwayat kesehatan keluarga kita ada beberapa orang yang diketahui menderita kanker, misalnya ayah, ibu, kakak, paman, bibi, kakek, nenek, dan lain-lain, maka kita harus lebih waspada menghindari faktor-faktor lain yang dapat memicu kanker. Harus lebih selektif memilih makanan yang sehat, lebih teratur berolahraga, jangan merokok, dan hindari hidup di antara para perokok.

Dalam tubuh kita terdapat gen-gen yang potensial memicu kanker, yaitu yang disebut proto-onkogen. Karena suatu sebab tertentu, misalnya karena makanan yang bersifat karsinogen (karsinogen artinya dapat menyebabkan kanker), polusi, atau terpapar pada zat-zat kimia tertentu, atau karena radiasi, proto-onkogen ini dapat berubah menjadi onkogen, yaitu gen pemicu kanker.

Macam-macam jenis Kista

Kista Fungsional. Terdiri dari kista folikel dan korpus luteum. Bila sel telur tidak bisa dilepaskan dari folikel (kantung ovarium/, dia akan menjadi kista folikel. Bila misalnya sel telur itu sudah dilepaskan, kista folikel yang tadinya bundar menjadi pecah, disebut korpus luteum (badan kuning/. Ketika wanita hamil, korpus luteum itu juga menjadi kista yang dinamakan kista lutein, ukurannya bisa besar 4-8 cm.

Kista lutein itu akan tumbuh pada hamil bulan-bulan pertama, selanjutnya dia akan menghilang karena fungsi hormonnya diambil alih oleh plasenta. Jadi, seandainya sewaktu memeriksakan kehamilan muda, dokter mengatakan ada kista 6 cm, jangan kaget. Mungkin itu kista yang berasal dari korpus Iuteum. Itu normal, bisa dipastikan nanti akan hilang pada kehamilan 3 bulan.

Sering tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila disertai komplikasi seperti terpuntir atau pecah, tetapi komplikasi ini sangat jarang. Kista fungsional ini paling sering terjadi dan sangat jarang pada dua indung telur. Ia bisa mengecil sendiri dalam waktu 1-3 bulan.

Kista Dermoid. Kista ini terjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah. Kista dermoid ini agak seram. Di dalam kista itu mengandung unsur seperti ada tulang, ada cairan seperti mentega, ada rambut, ada gigi geligi. Indung telur mengandung secara matang organ manusia dalam bentuk sel sebagai cikal bakal manusia. sehingga tak heran jika diangkat ditemukan rambut, gigi, lemak dan tulang. Kadang-kadang dijumpai pada kedua ovarium, bila kista ini besar akan menimbulkan keluhan. Tumor ini sebenarnya jinak, tidak berbahaya sama sekali dan mudah diatasi dengan operasi. Jadi, kalau seorang wanita dioperasi ada kista dermoid, indung telur sisi lainnya harus diperiksa dengan teliti apakah ada kista yang sama atau tidak.
Kista Cokelat (endometrioma). Kista ini dihubungkan dengan penyakit endometriosis. Dinding kista ini mengandung jaringan seperfi endometrium (selaput lendir rahim) yang tumbuh mengikuti perubahan siklus hormon estrogen dan progesteron. Disebut juga kista coklat, karena cairan kista Terjadi karena lapisan di dalam rahim (yang biasanya terkelupas sewaktu haid dan terlihat keluar dari kemaluan seperti darah), tidak terletak dalam rahim tetapi melekat pada dinding luar indung telur. Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan tersebut menghasilkan darah haid, yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi kista. Kista ini bisa pada satu atau dua indung telur. Timbul gejala utama yaitu rasa sakit terutama sewaktu haid atau sexual intercourse.

Kista denoma. Berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista jenis ini juga dapat menyerang indung telur kanan dan kiri. Gejala yang timbul biasanya akibat penekanan pada bagian tubuh sekitar seperti kandung kencing sehingga dapat menyebabkan semacam ”beser”. Kista ini juga sering dijumpai dan perangainya jinak. Kista yang berasal dari lapisan luar indung telur ini dapat tumbuh besar hingga mengisi rongga perut dan menekan organ tubuh lainnya. Cairan ini ada yang jernih-encer (serosum), dan ada yang kental.

Kadang-kadang kistd ini bisa menjadi ganas juga kalau dianggap banyak. Ada beberapa kelompok selnya yang memang berperangai ganas. Di kemudian hari, kelompok ini nanti berkembang terus akhirnya sebagian besar kista akan diisi oleh jaringan ganas. Permukaannya kista ini licin, warnanya agak putih kebiru-biruan dan isinya air.

TIPS MENGENALI KISTA

Kenali riwayat keluarga anda. Adakah riwayat anggota keluarga yang menderita kista ovarium, endometriosis, atau kanker ovarium.
Kenali diri anda. Adakah perubahan fisik di daerah pusat tubuh berupa benjolan pada perut yang teraba. Adakah riwayat gangguan alat kandungan sebelumnya. Apakah anda mengalami infertilitas atau dalam usaha untuk menunda kehamilan.
Kenali gejalanya. Misalnya nyeri perut yang berat terutama saat haid, disertai dengan gangguan berkemih dan gangguan pada saluran cerna seperti mual, muntah, dan gangguan BAB dll.
Kenali beberapa factor resiko lain seperti haid pertama di usia yang sangat muda (lebih muda dari usia 11 tahun), siklus haid yang singkat (kurang dari 27 hari) atau tidak teratur, serta periode haid yang panjang (lebih dari 7 hari).
Pemeriksaan USG dianjurkan bagi mereka yang memiliki resiko untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya kista.

Apakah Bahaya ?


Salah satu bahaya yang ditakuti ialah apabila kista tersebut menjadi ganas. Sekalipun tidak semua kista mudah berubah menjadi ganas. Berdasar kajian teoritik, kista fungsional yang paling sering terjadi dan sangat jarang menjadi ganas. Sebaliknya kistadenoma yang jarang terjadi tetapi mudah menjadi ganas terutama pada usia di atas 45 tahun atau kurang dari 20 tahun.

Bahaya lain dari kista adalah apabila terpuntir. Kejadian ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat untuk mencegah kista jangan sampai pecah. Apabila kista tersebut sampai pecah bisa mengakibatkan hal-hal yang sangat berbahaya bagi penderita.

Tidak Semua Kista Ganggu Kesuburan Wanita

Masalah kesuburan pada perempuan sering dikaitkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan sulit hamil.

Pendapat itu ternyata tidak sepenuhnya benar karena pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan. Tetapi, kista bisa berbahaya manakala sudah berukuran besar.

“Kista merupakan neoplasma atau pertumbuhan sel baru yang liar. Kista bisa dikatakan berisiko jika neoplasmanya ganas dan bisa mengakibatkan kanker ovarium,” kata spesialis kebidanan dan kandungan dr Indra Anwar kepada Media di Jakarta beberapa waktu lalu. Seseorang bisa saja hamil dengan kista. Lagi pula ovarium seorang perempuan ada sepasang. Jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, masih ada satu lagi sehingga kehamilan masih dapat terjadi. kista berukuran besar dapat mengganggu kehamilan, bukan kesuburannya Dan kista yang memiliki diameter lebih dari 5 cm dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat.

Bila hal itu terjadi, lanjutnya, dapat menjadi nekrotik dan bisa mengakibatkan emboli hingga kematian. Itulah sebabnya kista berukuran besar harus diangkat agar tidak mengganggu dan dapat didiagnosis secara petologi. Dengan diagnosis dapat diketahui apakah kista itu jinak atau ganas.

Cara Mengatasi Kista

Cara yang paling efektif untuk mengatasi kista yaitu dengan mengangkat kista melalui operasi. Namun, tindakan pengobatan tersebut hingga kini belum memberikan hasil yang memuaskan. Tindakan operasi pengangkatan kista tidak menjamin kista tidak akan tumbuh kembali nantinya. Selama seorang wanita masih memproduksi sel telur, maka potensi untuk tumbuh kista akan tetap ada. Namun, dengan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran kaum wanita saat ini untuk memeriksakan organ reproduksinya merupakan langkah awal yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya kista.

Hal terpenting pada operasi pasien yang tersangka kanker ovarium adalah semaksimal mungkin berusaha agar kista tersebut keluar secara utuh, kemudian dilakukan pemeriksaan ke laboratorium Patologi Anatomik (pemeriksaan potong beku). Apabila hasil pemeriksaan potong beku bukan suatu kanker, maka operasi selesai. Sebaliknya bila hasil pemeriksaan potong beku adalah kanker ovarium maka operasi dilanjutkan dengan mengangkat rahim, ovarium sisi lain, usus buntu, omentum, melakukan biopsi pada tempat yang dicurigai adanya penjalaran kanker di rongga perut dan melakukan pengambilan kelenjar getah bening di panggul.

Sebaiknya tidak mengobati kista ovarium dengan pengobatan tradisional melihat kemungkinan terjadi keganasan. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Semoga tulisan ini bermanfaat.
Terima kasih.

Comments
  1. dalil says:

    kista memang akan terpecahkan dengan cara menikah?,,apakah itu pasti?..
    terimakasih

  2. CayLLa says:

    @ Dalil
    Kata siapa Kista akan terpecahkan dengan cara menikah? bagaimana klo kista di derita sm orang yg sudah menikah 8) masa mo menikah lagi😀
    Yg saya tau, ada temen saya yg punya kista trus menikah. Gak lama hamil. Nah waktu proses melahirkan, kista tsb juga sekalian dia angkat. Jadi intinya sama, harus operasi.
    Aduh, kek dokter aja ya :D:D:D

  3. ade says:

    kista.. mengerikan.. kudu disiplin hidup sehat sejak skrg,,

  4. shinta says:

    Baru 2 minggu operasi kista cocholate dan angkat ovarium kanan akhirnya jadi pengen tau sebab akibatnya. Jangan sampai kejadian seperti saya. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Thanks buat yg udah posting e-mail ini. Good job.

  5. vitri says:

    bedanya sama miom? kira2 prognosanya baik yg mana antara miom n kista? kira2 penjalaran kista itu cepat atau lambat ya?tengkyu

  6. hanni says:

    bulan sept 2008 aq dtang k dokter kandungan utk berobat biar bs hamil. Wkt d USG rahim qu bersih dan bgus. G ada kista. Pd bln yg sm aq periksa k johor, dan hasinya sm semua bagus dan aq d ksh obat folic acid. Dan tgl 25 okt 2008, krn udh seminggu telat mens dan perutqu agak sakit d perut bwah sebelah kanan, aq periksa k dokter. Setelah d USG aq kaget jga ternyata ada kista dan udh 8cm. Apa dalam sebulan kista bs tumbuh cepat

  7. resty says:

    knp y akhr2 ini kista muncul pd wanita usia muda ato reamaja??memangny ada hubungannya dgn nikah muda? ?

  8. Angelique G Eugenie says:

    Saya baru menjalani operasi kecil kista tapi letaknya di punggung, pas disebelahnya tulang belakang.. sebelumnya saya kira itu bisul tapi sudah dikasih obat oles macam2 tidak juga sembuh.. akhirnya saya ke rs harapan kita untuk dioperasi saja bisul itu. ternyata dokter bedah bilang kalau itu kista yang berasal dari kulit (kalau gak salah namanya atorumsis). karena benjolan itu sudah terlalu lama tidak diangkat (sudah ada kurang lebih setahun dipunggung saya), jadinya infeksi didalam. Dan akhirnya kemarin baru diangkat. Yang saya bingung, memang ada ya kista kulit? saya sudah browsing di internet mengenai ini tapi yang saya temukan cuma kista yang berhubungan dengan rahim wanita.. mohon pencerahannya.. trims

  9. santi says:

    akibat kista tu pa ja ya???

  10. dewi says:

    kista,kanker serviks yang menjadi momok masyarakat khususnya wanita juga bisa diakibatkan oleh pembalut lho. kalo temen2 mau tau lebih jelasnya email aku j, mudah2an aku bisa bantu. Aku seneng banget bisa share apalagi kita sama-sama perempuan yang harus lebih waspada dengan adanya penyakit yang satu ini. dewi_m.agustin@yahoo.com

  11. fasco buana says:

    maap mbak klu kista dilher ganas nga’,trus nama kistanya tuh apa?hal ini saya tanyakan sama mbak karena pacar saya menderita kista di laher…terima kasih sebelumnya mbak…….

  12. winnie whira utama says:

    mau tanya…apa semua wanita punya kista??

  13. Yessy shandralia says:

    Saya hamil 1bulan, waktu usg ada kista 7cm d rahim saya, dan letak janin tidak pada tempatnya. Tetapi dokter tidak menyarankan apa2 pada saya. Hanya diwajibkn menjaga kandungan dgn hidup sehat. Apakah yang harus saya lakukan? Soalnya saya takut operasi:-(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s