GOOD BYE MY UNCLE

Posted: June 16, 2009 in Cuap-cuap, Renungan

Bener kata pepatah “Hidup mati orang tak ada yang tahu, Kita bisa berusaha tp Allah lah yang menentukan

Setidaknya itu yang terjadi pada my family, my uncle yang aku panggil “Paman Kasrin” pergi kehadapan Ilahi pada hari Selasa, 9 Juni 2009 kemarin. Tepat satu minggu pada hari ini. Mungkin kematian ini tidak akan begitu menyedihkan seandainya kita tahu sebelum nya, tp memang kita tidak akan pernah tahu kapan kematian itu akan tiba.

Selasa, 9 juni 2009 pagi pkl. 6.00 wib, aku dah siap siap mau mandi mengikuti rutinitas kerja setiap harinya ketika handphone bunyi. Ternyata Ibu nelpon dengan suara serak dan menyuruh secepatnya ke Cengkareng karena Paman Kasrin telah meninggal. Ironis nya ygang aku katakan waktu itu bukan Innalillahi wa innalillahi roji’un tp spontan menyebut Astaghfirullah al’adzim. Lafal itu spontan aku ucapkan karena berita ini benar benar terlalu mengejutkan bagi aku, sejenak aku belum bisa menerima klo Paman yang selama ini telah baik banget sama keponakan keponakan nya telah pergi.

Aku bergegas mandi dan jalan ke jalan raya menunggu bis ke arah Cengkareng, Ibu melarang aku bawa motor karena takut kepikiran di jalan. Sampe di Cengkareng I jam kemudian aku baru menyadari kalau memang Paman sudah gak ada ketika rumah sudah rame dengan para pelayat. Ketika masuk rumah aku melihat jasad Paman yang baru tiba dari Rumah sakit dan saat itu aku baru sadar klo Paman sudah tiada dan menyucapkan Innalillahi wa innalillahi roji’un.

Aku melihat dua anaknya yg lagi membacakan yasin di iringi tangis. Aku langsung memeluk Hesti, anak perempuan pertama dari Paman ku. Tangis nya tumpah di pelukan ku dan aku berusaha menenangkannya meski aku sendiri tak dapat menahan tangis jg. Dan di rumah tetangga depan, aku lihat Bibi dengan mata sembab dan berusaha menahan tangis. Tp ketika ku peluk dia, tangisnya tumpah lagi. Dan yg makin membuatku miris, Heru anak ketiga dr Pamanku yg berumur 15 thn an sedang tidur dengan demam tinggi karena terserang Demam berdarah.

Kira kira 30 menit kemudian, kita di panggil untuk ikut memandikan jenazah. Semua keluarga berkumpul. Semua orang sependapat kalau paman seperti orang tidur saja, tidak nampak pucat atau kaku seperti mayat mayat pada umumnya. Setelah di siram, petugas yg selanjutnya memandikan Paman dan kita menunggu di rumah sampe jenazah selesai di mandikan. Begitu selesai, Paman langsung di bungkus dengan kain kafan. Dan itu saat terakhir kalinya aku melihat wajah Paman yang tenang.

Setelah di bungkus kain kafan, Jenazah di masukkan ke dalam keranda di iringi suara dzikir dan yasin lalu di bawa ke masjid untuk di sholati. Dan 1 jam kemudian kita sudah berada di kuburan untuk memakamkan Paman dan kembali ke ribaan Ilahi

Ya, semuanya serasa mimpi ketika kembali lagi ke rumah dan mendapati kenyataan kalau Paman sudah tidak ada lagi. Sesekali Istri & anak anaknya masih menitik kan air mata karena kehilangan Paman. Semuanya terjadi begitu cepat. Bahkan dari cerita tetangga dan keluarga, semalam Paman masih bercanda dengan keluarga dan tetangga. Tiba tiba pagi hari sudah mendapati kabar telah tiada.

Menurut dokter, Paman menderita darah tinggi. Kata Bibi, Paman suka mengeluh pusing di bagian belakang kepala sejak 2 hari yang lalu, Tp Paman tetap seperti biasa bahkan mengantarkan Heru berobat cek darak ke RS dan bisa masuk kerja seperti biasanya. Malam sebelum dia meninggal, Paman sempat menikmati makam malam nya yg terakhir dengan keluarga

Tp jam 11 malam, Paman muntah muntah dan mengeluh pusing yg luar biasa. Keluarga mengira Paman masuk angin dan memberi obat masuk angin kemudian tidur lagi. Jam 2 malam, Paman muntah muntah lagi dan kali ini lebih parah. Bibi dan anak2 nya langsung meminta tolong ke pak RT setempat untuk mengantarkan Paman ke RS. Di RS Paman langsung di tangani tp kondisi nya sudah mengkhawatirkan. Beberapa alat denyut nadi dan jantuh di pasang di dada dan mulutnya. Tp kira – kira jam 6 pagi, dokter memberitahukan kalau Paman sudah tidak bisa tertolong lagi, Paman sudah tiada

Ikhlas & sabar, hanya itu kata yang di katakan dokter kepada keluarga. Tp tentu saja keluarga tidak bisa menerima kepergian Paman yang begitu tiba – tiba. Bahkan Paman tidak sempat berpesan apa apa kepada Istri & anak anaknya. Menurut Bambang, menantu Paman, dia sempat ingin bicara tp tidak bisa dan Paman hanya menangis karena sudah tidak mampu bicara apa apa sampai akhir hayat nya.

Malam hari, keluarga dari Jawa baru datang. Ada Mbah Uti, Ibu & 2 adek Paman lain nya. Mbah bahkan sempat bilang, seandainya nyawa bisa di tukar dia rela menggantikan Paman meninggal karena Paman masih punya keluarga yg sangat membutuhkan dia sementara Mbah sudah tua dan anak anaknya juga sudah berkeluarga semua. Tp itulah hidup, kita tidak bisa menentukan apa – apa karena Allah lah yang menentukan segalanya.

Dan seminggu yang telah berlalu ini, keluarga mengisi hari hari dengan mengadakan pengajian Yasin & Tahlil untuk Paman selama 7 hari. Disamping itu juga membagi waktu untuk menjaga Heru di rumah sakit karena siang setelah pemakaman Paman, dia langsung dilarikan ke RS karena sakitnya yg semakin parah dan hingga hari ke 7 heru belum pulang. Dan menurut analisa dokter, Heru tidak hanya mengidap penyakit Demam berdarah tp juga Usus buntu. Karenanya dia harus dioperasi.

Ini mungkin pepatah “Sudah jatuh tertimpa tangga” sudah kehilangan keluarga, harus merawat keluarga lainnya di RS. Cobaan ini langsung datang ketika kita kehilangan orang yg sangat kita sayang. Tp memang kita harus ikhlas & sabar dengan semua cobaan ini. Aku yakin ada hikmah dari semua nya


GOOD BYE MY UNCLE

Semoga Allah mengampuni segala dosa – dosa Paman dan menerima Paman di sisi – Nya. Amin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s